Webinar 'Kekuatan Memaafkan Melalui Mindfulness'

kupuku.id 25 Februari 2021
img

 

“Memaafkan bukan berarti kamu menyetujui terhadap tindakan mereka, memaafkan artinya mempersilahkan luka-luka batin itu pergi dan kita move on dengan perspektif yang positif.” - Ifa Hanifah Misbach

Halo Sobat Kupuku! Minggu, 20 September 2020 telah dilaksanakan Webinar Sesi II “Apakah Aku Korban Toxic Parenting : Kekuatan Memaafkan Melalui Mindfulness” dan telah menyentuh hati 140+ peserta untuk belajar membangun kekuatan untuk memaafkan luka akibat dari pola asuh toxic parenting. Webinar pun dilaksanakan dalam 2 sesi di hari yang sama untuk memaksimalkan pemaparan materi dan sesi sharing bersama peserta.

Ifa Hanifah Misbach S.Psi, M.A, Psikolog sebagai narasumber selalu memberikan materi yang menyentuh, dekat dan sangat mudah diterima oleh para peserta.

“Kita tidak akan pernah bisa memberikan cinta, kalau kita nggak pernah belajar rasanya dicintai, kita nggak akan pernah bisa mengapresiasi orang, ketika kita tidak pernah belajar rasanya diapresiasi, rasanya dihargai, rasanya dimanusiakan. Jadi pada saat kita menjadi victim (korban) dari toxic parenting ini, kita juga lihat apakah orang tua kita juga berada di lingkaran toxic yang belum beres sampai sekarang.” Ujarnya

Ibu Ifa memaparkan bahwa upaya terbaik berdamai dengan diri sendiri adalah membangun keberanian menemui kembali innerchild (luka batin di masa lalu) untuk kemudian berbincang, mendengarkan, menerima lalu memaafkan. Webinar banyak diisi oleh sesi interaktif dan reflektif sebagai upaya mempertemukan kembali peserta dengan ‘innerchild’ nya masing-masing.

“Innerchild itu cerdas kok dalam mencari solusi, dia tau kok ‘how to’. Dia hanya butuh didengerin, tidak dihakimi, ingin diterima apa adanya, karena itu cerminan diri kita sebetulnya.”

“Kenapa memaafkan itu dikatakan kekuatan? Karena butuh keberanian, karena banyak orang nggak sanggup mendatangkan luka itu lagi di masa lalu. Mindfulness melatih manusia untuk tidak berlarut-larut menyesali masa lalu, untuk ‘hidup’ saat ini, mindfulness bukan sesuatu yang rumit kayak harus meditasi formal dll. Cukup berusaha hadir sepenuhnya secara mental dan emosional di masa sekarang.” Tambah Ibu Ifa.

Di sela sesi tanya jawab, salah satu peserta memaparkan luka batin yang diberikan orang tuanya sampai menangis.

“Saya masih membekas dengan kedua orang tua saya karena mereka memperlakukan saya sangat kasar, orang tua saya berjudi dan pemabuk. Sampai saat ini saya membenci ayah saya meskipun sudah meninggal. Masih nyesek banget. Saat ini usia saya 27 tahun belum berani nikah karena selalu keinget kejadian yang lalu.” Ujarnya

“Kita ga bisa memaafkan selama ada amarah dalam hati kita even nol koma berapa persen. Jangan loncat memaafkan kalau belum siap. Karena nanti dampaknya beda. Keluarin dulu marahnya sampai habis. Cara konkritnya gimana? Bisa dicoba tekniknya dengan berteriak sekencang-kencangnya. Lakukan kalau bisa nggak ada orang lain tahu. Bukan niat buat durhaka, tujuannya menghabiskan emosi yang ada.” Jawab Ibu Ifa menenangkan

Sesi webinar ini sekaligus menutup serial webinar mengenai ‘Toxic Parenting’ yang dilaksanakan oleh Kupuku Indonesia X Jabar Masagi X Sehat Jiwa X Primasaga Strategic X Klinik Psikolog RS Melinda 2 Bandung dan telah dilaksanakan dalam 5 seri webinar. Banyak yang mengaku ketagihan dan menunggu serial webinar berikutnya.

Bagi Sobat Kupuku yang belum sempat menonton webinar kami, video rekamannya bisa diakses di tautan berikut (Webinar 'Kekuatan Memaafkan Melalui Mindfulness') ya. Salam sehat mental!

 

Bagikan ke teman kamu

KUPUKU INDONESIA