Dari Peserta Menjadi Pelatih: Ekosistem Deep Learning Kupuku Tumbuh di Magelang
Magelang, Oktober 2025 — Transformasi pendidikan yang digagas oleh Yayasan Hati Suci dan Kupuku Indonesia terus menumbuhkan hasil nyata. Setelah rangkaian Workshop dan FGD Deep Learning pada Juli lalu yang diikuti lebih dari 80 guru dari Magelang, Muntilan, dan Temanggung, kini tongkat estafet pelatihan itu berlanjut.
Pada 10–11 Oktober 2025, bertempat di Wisma Salam, Magelang, sebanyak 28 guru Yayasan Kanisius dari cabang Semarang, Surakarta, dan Yogyakarta mengikuti kegiatan Focus Group Discussion Pembelajaran Mendalam: Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Implementasi Deep Learning melalui Contextual Project-Based Learning (CPBL) Berorientasi SDGs.
Berbeda dari sebelumnya, kali ini pelatihan dipandu langsung oleh para trainer baru dari Yayasan Kanisius Cabang Magelang, yaitu guru-guru yang sebelumnya menjadi peserta pelatihan Yayasan Hati Suci (YHS) dan Kupuku Indonesia. Perwakilan YHS dan Kupuku hadir bukan lagi sebagai narasumber utama, melainkan sebagai pendamping yang menyaksikan bagaimana semangat Deep Learning tumbuh dan menular di kalangan guru.
Selama 24 jam penuh, para peserta berdinamika mendalami kembali 8 Dimensi Profil Lulusan, 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, 5 Nilai Kanisius, dan Paradigma Pedagogi Reflektif, lalu merancang Contextual Project-Based Learning yang sesuai konteks sekolah masing-masing. Semuanya diarahkan agar pembelajaran menjadi mindful, joyful, dan meaningful, serta memanfaatkan AI secara kontekstual dalam prosesnya.
Kegiatan ini dibuka oleh Rm. T. Surya Awangga, SJ (Sekretaris Pengurus Yayasan Kanisius), dan didampingi oleh Drs. T. Sarkim, M.Ed., Ph.D. (Dekan FKIP Universitas Sanata Dharma) serta Rm. A.P. Danang Bramasti, SJ (Kepala YKC Magelang).
Menurut Y. B. Sulistyanto T, M.Pd., M.M., Kepala SMP Kanisius Muntilan-Sumber, kegiatan ini menjadi ruang reflektif bagi guru untuk merespons perkembangan zaman dengan pembelajaran yang relevan dan bermakna.
“Melihat para guru yang dulu kami dampingi kini berdiri di depan dan membimbing rekan-rekannya, itulah bukti nyata bahwa transformasi sedang berlangsung,” ujar perwakilan Kupuku Indonesia.
Sebagai tindak lanjut, para peserta akan mengimplementasikan hasil FGD di unit sekolah masing-masing dan kembali bertemu secara virtual pada November 2025 untuk berbagi cerita serta refleksi hasil penerapan. Proses ini akan tetap didampingi oleh para pendamping, yakni Bapak Sarkim, Rm. Danang, dan para fasilitator.
Kupuku Indonesia dan Yayasan Hati Suci percaya, perubahan besar dalam pendidikan dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Magelang menjadi saksi bagaimana ekosistem Deep Learning tumbuh, bukan karena instruksi dari luar, tetapi karena semangat dari dalam diri para guru untuk terus belajar dan menularkan pengetahuan kepada sesama