ToT Berantas ‘Buta Matematika di Sekolah Dasar’ Sesi III ‘Geometri’

kupuku.id 29 April 2021
img

Halo Sobat Kupuku!

Kali ini Kupuku ingin Kembali berbagi informasi menarik mengenai Training of Trainer (ToT) ‘Berantas ‘Buta Matematika di Sekolah Dasar’ bersama @gernastastaka sesi III dengan tema ‘Geometri’.

Fasilitator Gernas Tastaka yang mengisi materi kali ini yaitu Ester Melia dan Ristiana Imbarsari. Seperti biasa, para fasilitator Gernas Tastaka selalu membawakan materi secara interaktif dan praktikal untuk para peserta.

Diawali dengan ice breaking, sesi pun dilanjutkan dengan tes penalaran spasial melalui penglihatan gambar segitiga dengan pola beragam yang disajikan fasilitator. Ketika peserta ditanya jumlah segitiga yang tersedia, peserta pun menjawab dengan hasil yang berbeda-beda.

“Jika kita berikan pertanyaan ini kepada siswa, ini akan terjadi juga seperti di Bapak/Ibu jawabannya akan berbeda-beda. Kita jangan langsung bilang bahwa itu salah. Kita harus menjelaskan dulu alasan mereka bagaimana, jadi kita tahu sudut pandang siswa.” Ujar Ristiana

“Kenapa jumlah jawaban kita berbeda-beda tentang segitiga yang kita lihat dari satu gambar tersebut?” Tambah Ester

“Karena cara pandang masing-masing berbeda” – Jawab Yulianto dari SD Ricci 2 Bintaro

“Benar. Mendekati, Pak. Nah, sebenarnya hal ini dipengaruhi oleh penalaran spasial. Apa sih itu? Dan kenapa berpengaruh?” Timpal Ester

Lalu Ester menjelaskan lebih lanjut bahwa penalaran spasial adalah suatu kemampuan untuk melihat dan memahami dua atau lebih objek dalam hubungannya satu sama lain, serta posisi seseorang dalam hal ruang dan jarak. Ia juga melibatkan pemahaman tentang hubungan objek ketika ada perubahan posisi, termasuk ketika objek diputar (National Research Council 2006).

Secara lebih terperinci, pengertian penalaran spasial meliputi :

1.   Kemampuan berpikir dalam gambar

2.   Kemampuan seseorang memperkirakan jarak dan keberadaan dirinya dengan sebuah objek

3.   Kemampuan memahami, memproses dan berpikir dalam bentuk visual

4.   Kepekaan terhadap warna, garis, bentuk, ruang dan bangun

5.   Kemampuan mengenali identitas benda dari sudut pandang berbeda

6.   Kemampuan menangkap warna, arah dan ruang secara akurat

7.   Kemampuan menerjemahkan gambar ke dalam pikiran dalam bentuk dua atau tiga dimensi

Mengapa penting mengajarkan penalaran spasial? Fasilitator menjelaskan bahwa semakin baik penalaran spasial seseorang makan kemampuan geometrinya juga akan semakin baik.

Penalaran spasial pun bisa dilatih dan alangkah lebih baik jika dilatih sejak kecil. Contohnya dengan memainkan puzzle atau permainan unik lainnya yang bernama Tangram. Permainan yang masih terasa asing di telinga peserta pun diperkenalkan dalam sesi ini oleh Gernas Tastaka.

“Penalaran spasial ini bisa dilatih, bagusnya saat anak-anak masih kecil. Salah satu cara melatih penalaran spasial anak adalah menggunakan puzzle. Namun ada permainan lain yang tak kalah unik yaitu bermain Tangram.” Ujar Ristiana.

Adapun tangram dalam Wikipedia.id merupakan sebuah permainan teka-teki transformasi asal Tiongkok yang terdiri dari tujuh kepingan potongan yang disatukan membentuk pola. Tujuan permainan ini adalah untuk membentuk pola tertentu.

Para guru pun antusias dalam mencoba permainan ini dan menemukan pola bangun datar sesuai penalaran spasial masing-masing.

“Bagus banget ini buat permainan anak-anak di kelas” Ujar Pak Firdaud dari SD Tugasku Jakarta

Kegiatan ToT pun semakin seru dengan adanya permainan ini. Sesi pun dilanjutkan setelah jam istirahat dengan sub pembahasan yang lebih menarik lagi seperti penerapan teori Van Hiele dalam pembelajaran geometri serta penjelasan tentang tahapan-tahapan dalam pembelajaran geometri.

Menarik sekali bukan materi yang disampaikan? Bagaimana pendapatmu, Sobat?

Bagikan ke teman kamu

KUPUKU INDONESIA